Jikakesulitan dan kemudahan bisa hadir secara bersamaan mengapa tidak untuk kegundahan dan keyakinan? July 12, 2022. 543 . PENYEBAB datangnya rezeki. Sebagai Muslim, kita meyakini bahwa rezeki adalah hak mutlak Allah yang diberikan kepada umat manusia. UJIAN Allah itu merupakan sebuah kepastian. Oleh sebab itu, ketika kita merasa hidup
nagietaoctKepastian datangnya hari kiamat tidak boleh kita Jawaban : C. ragukan Iklan Pertanyaan baru di Sejarah 42. periode pergerakan nasional mengacu pada masa perjuangan menuju perbaikan kehidupan bangsa indonesia. periode ini memiliki arti penting dalam seja
MakhlukKepastian Wanita adalah mahkluk kepastian. Sebagian besar dari mereka bisa menunggu dengan sabar datangnya kepastian tersebut; menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Tere Liye Kalian para wanita mungkin langsung setuju dengan quotes yang satu ini. Bahwa tanpa diminta sekalipun, kalian akan menantikan pujaan hatimu dengan penuh kesabaran.
Liwfp. Pertanyaan Jawaban "Kepastian yang bersyarat" adalah istilah teologis yang merujuk pada keselamatan orang-orang percaya di dalam Yesus Kristus. Istilah ini mendefinisikan syarat kekekalan atas keselamatan orang Kristen. Dengan kata lain, keselamatan orang Kristen itu bersifat "pasti, namun bersyarat." Hal ini mendorong timbulnya pertanyaan pada kondisi apa sajakah keselamatan orang-percaya memiliki kepastian? Para pendukung doktrin kepastian bersyarat menegaskan bahwa keselamatan tergantung pada kesetiaan seseorang hingga akhir. Menurut analogi yang digunakan Alkitab, para atlet harus menyelesaikan perlombaan supaya bisa menerima hadiah. Mereka yang menganut doktrin kepastian bersyarat menggunakan ayat-ayat Alkitab berikut ini untuk mendukung pengajaran mereka "Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." Mat 2411-13 "Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah." Rom 812-14 "Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu-kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya." 1 Kor 151-2 "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Gal 67-9 Ayat-ayat di atas dan ayat lainnya secara tersirat menyatakan ada syarat bagi keselamatan orang-percaya. Dalam setiap ayat-ayat tersebut, penulis di bawah pengilhaman Roh Kudus menggunakan bahasa yang mengindikasikan adanya syarat tertentu misalnya, jika Saudara setia sampai akhir, maka Saudara akan diselamatkan ketika membahas soal kepastian atas keselamatan orang-percaya di dalam Kristus. Supaya keselamatan kita bisa dipastikan, maka orang-percaya harus 1 bertahan sampai akhir; 2 hidup oleh Roh; 3 berpegang teguh pada Firman yang diajarkan; dan 4 menabur dalam Roh. Bukan berarti anugerah keselamatan ini tidak sempurna dan berkekurangan dalam hal apapun, tetapi orang-percaya harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk tetap setia. Seperti yang dikatakan oleh Paulus, "tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar" Fil 212. Mengingat dasar Alkitab yang digunakan, tampaknya pandangan mengenai kepastian bersyarat ini tidak tergoyahkan. Bagaimana orang bisa berdebat dengan pengajaran yang menyatakan jika orang-percaya harus tetap setia sampai akhir untuk memastikan keselamatannya? Namun, ada pihak lain yang mendebat hal ini. Inilah debat teologis yang telah berlangsung begitu lama antara pihak Arminian orang-orang yang memegang gagasan mengenai kepastian bersyarat dan Calvinis orang-orang yang meyakini apa yang disebut kepastian "kekal" atau ketekunan orang-orang kudus. Sekalipun pihak Arminian dapat mengutip puluhan ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan kepastian yang bersyarat bagi orang-percaya, pihak Calvinis juga dapat menunjukkan serangkaian ayat-ayat Alkitab yang sama banyaknya untuk mendukung pandangan soal kepastian keselamatan yang bersifat kekal, seperti berikut ini "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga." Mat 2424 "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Rom 838-39 "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." Yoh 1028-29 "Di dalam Dia kamu juga-karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya." Efe 113-14 Lebih banyak ayat-ayat yang menjelaskan soal kepastian keselamatan yang bersifat kekal, yang memang dianugerahkan kepada para pengikut Kristus yang sejati. Untuk setiap bagian ayat di atas, terdapat satu hal yang menonjol – kepastian ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan usaha individual dari setiap orang-percaya, tetapi hanya bersandar pada kasih karunia Allah yang memelihara iman mereka. Sebaliknya, ayat-ayat yang mendukung kepastian bersyarat tampaknya berfokus pada kemampuan orang-percaya untuk bisa tetap setia. Bagaimana kita harus menafsirkan semua ini? Apakah Alkitab mengajarkan kepastian bersyarat dan kepastian kekal secara bersamaan? Jawabannya adalah "tidak." Namun, kita harus mampu menyelaraskan ayat-ayat yang berbicara mengenai orang-percaya yang harus tetap setia dengan ayat-ayat yang berbicara mengenai kedaulatan Allah yang memelihara orang-percaya sampai akhir. Jawabannya adalah dengan melihat apa yang disebut oleh para teolog sebagai Doktrin Kasih Karunia. Doktrin Kasih Karunia dikenal sebagai Lima Pokok Pikiran Calvinisme yang sebenarnya merupakan istilah yang keliru, karena Calvin sendiri tidak pernah menggunakan istilah "lima pokok pikiran". Secara singkat, Doktrin Kasih Karunia adalah Total Depravity Kerusakan Total Karena dosa asal, manusia dilahirkan dalam keadaan benar-benar rusak dan dan tidak mampu melakukan apa pun yang berkenan kepada Allah. Termasuk tidak bisa dan tidak mau mencari Allah. Unconditional Election Pemilihan Tanpa Syarat Karena kerusakan total manusia, Allah sendiri yang harus turun tangan untuk memastikan keselamatan orang-percaya. Allah melakukan hal ini dengan memilih manusia tersebut tanpa syarat manusia tersebut tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk dianugerahi keselamatan. Limited Atonement Penebusan Yang Terbatas Supaya mereka yang telah dipilih Allah untuk diselamatkan bisa masuk ke surga, penebusan harus dilakukan untuk memenuhi penghakiman Allah yang adil atas dosa mereka. Allah melakukan hal ini dengan mengorbankan Anak-Nya, Yesus Kristus. Irresistible Grace Anugerah Yang Tidak Dapat Ditolak Allah menganugerahi karunia keselamatan ini dalam "real time" berlaku saat itu juga dengan menarik orang-orang pilihan-Nya kepada-Nya, melalui kuasa Roh Kudus yang memperbaharui hati dan pikiran mereka. Hal ini dilakukan melalui pemberitaan Injil. Perseverance of the Saints Ketekunan Orang-Orang Kudus keselamatan yang Allah karuniakan kepada orang-percaya dapat dilihat sampai akhir karena Allah sendiri yang memelihara dan menguduskan umat-Nya sampai akhir. Untuk mengevaluasi apakah kepastian keselamatan orang-percaya itu bersyarat atau kekal, kita harus menguji lima pokok pikiran dari Doktrin Kasih Karunia ini. Ketekunan orang-orang kudus bukanlah doktrin yang bisa berdiri sendiri, tetapi secara logis bersandar pada empat poin lainnya. Landasan dari Doktrin Kasih Karunia adalah pokok pikiran mengenai kerusakan total. Jika poin pertama ini memang benar, maka empat poin lainnya secara otomatis akan selaras. Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa manusia, dengan kekuatannya sendiri, benar-benar tidak mampu untuk datang kepada Allah untuk mendapatkan keselamatannya Mat 1925-26; Yoh 644; Rom 310-18. Para penentang Calvinisme dan Doktrin Kasih Karunia menegaskan bahwa, jika kita menerima doktrin-doktrin ini, maka kekudusan dan kesalehan akan hilang. Dengan kata lain, jika keselamatan memiliki kepastian yang kekal, mengapa orang-percaya tidak bebas berbuat dosa saja? Rasul Paulus menjawab pertanyaan ini di surat Roma 61. Tanggapan Paulus adalah dosa tidak akan cocok dengan kehidupan yang baru di dalam Kristus Rm 62-4. Doktrin Kasih Karunia justru lebih ketat mendorong seseorang menjalani hidup saleh menurut nilai Kristen daripada doktrin kepastian bersyarat. Kaum Puritan, yang dikenal karena kesalehan dan ketaatan mereka yang luar biasa untuk hidup kudus, justru didominasi oleh para Calvinis. Dalam Doktrin Kasih Karunia, kesalehan dipandang sebagai respon ucapan syukur orang-percaya atas kasih karunia Allah yang luar biasa terkait keselamatan Rom 121-2. Doktrin-doktrin ini, jika dipegang dan diyakini dengan benar, menjadikan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan sebagai respon kasih sejati kepada Allah kita yang penuh kasih karunia. Allah begitu mengasihi kita sampai menyelamatkan kita dari dosa-dosa dan kesengsaraan kita. Katekismus Heidelberg salah satu dokumen pengakuan iman yang paling awal dari Reformasi Protestan dan materi untuk mengajar anak-anak dan orang-percaya baru ini dibagi menjadi tiga bagian The Misery of Man keadaan kita yang penuh dosa; Of Man’s Deliverance tindakan penyelamatan oleh Allah yang penuh kasih karunia melalui Yesus Kristus; dan Of Thankfulness respon kita terhadap kasih karunia Allah, yang juga menguraikan tugas kita sebagai orang Kristen. Jika kita menerima Doktrin Kasih Karunia sebagai kebenaran atau alkitabiah, lalu bagaimana kita merekonsiliasi hal ini dengan semua bagian ayat yang tampaknya menyatakan soal kepastian bersyarat? Jawaban singkatnya adalah orang-percaya bertekun tetap setia sampai akhir karena Allah sendiri yang memelihara kita. Dengan kata lain, jika kita tidak melakukan apapun untuk mendapatkan atau memperoleh keselamatan, mengingat keselamatan adalah anugerah yang diperoleh cuma-cuma karena kasih karunia Allah, bagaimana mungkin kita bisa kehilangan keselamatan? Kepastian bersyarat biasanya dipegang mereka yang juga meyakini kalau mereka ikut turut ambil bagian dalam anugerah keselamatan mereka, yang tersirat secara logis dalam teologi Arminian. Namun, pengajaran ini bertentangan dengan ayat-ayat seperti di surat Efesus 28-9 "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri." Bagian ini dengan jelas menegaskan kalau kita benar-benar tidak memiliki kontribusi apa pun atas keselamatan kita. Bahkan, iman yang diperlukan seseorang untuk menerima anugerah itu sendiri merupakan pemberian dari Allah. Pada akhirnya, Arminianisme memberikan alasan bagi manusia untuk bermegah. Jika saya tetap setia sampai akhir karena kerjasama yang saya lakukan dengan Roh Allah, saya tentunya boleh bermegah tentang bagaimana saya bisa tetap berada di dalam gelanggang hingga akhirnya menyelesaikan lomba. Namun, tidak akan ada yang bermegah di surga kecuali bermegah di dalam Allah 1 Kor 131. Doktrin kepastian bersyarat tidaklah alkitabiah. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita bisa hidup saleh karena Allah sendiri yang memelihara kita. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah kepastian yang bersyarat itu?
- Pernah nggak sih kamu merasakan momen yang membuatmu menunggu kepastian? Nggak melulu soal asmara, namun juga bisa terjadi pada dunia kerja, maupun sekolah. Terkadang hidup akan membuatmu bertemu pada sesuatu yang nggak pasti. Diperlukan waktu dan perjuangan untuk mendapatkan kepastian. Hal ini sangat wajar terjadi, bahkan bisa datang pada siapa saja. Dengan kondisi itu, maka wajar kalau kamu seringkali merasa bingung untuk menentukan keputusan. Apakah akan bertahan atau mengambil tindakan lain. Namun tentu kesabaran jadi salah satu hal yang kamu perlukan untuk memperoleh ketenangan. Dengan begitu, kamu bisa lebih tenang menjalani hari ketika menanti kepastian. Namun jangan lupa juga untuk terus berusaha agar apa yang kamu inginkan bisa segera didapatkan. Kamu juga bisa menambah motivasi diri dengan kata-kata bijak dalam menanti kepastian. Simak selengkapnya dalam ulasan pada Selasa 12/1 dari berbagai sumber berikut ini. Kata-kata bijak tentang kepastian. foto 1. "Kepastian jadi sesuatu yang tak pasti saat tak ada usaha untuk mendapatkannya." 2. "Untuk mendapatkan kepastian, dibutuhkan kesabaran dan kegigihan yang besar." 3. "Nggak mudah untuk memberikan kepastian. Ia akan datang pada sang pemilik yang layak." 4. "Kepastian hadir memberikan kebahagiaan, namun keraguan hadir memberikan keresahan." 5. "Sabar dan berusahalah, maka kepastian akan datang secara perlahan." 6. "Terkadang kepastian nggak selalu datang dari orang lain. Kamu bisa menciptakan hal itu sendiri dari dalam diri." 7. "Pikiran yang jernih, dan hati yang tenang akan mempermudahmu dalam membuat sebuah kepastian." 8. "Kepastian itu datangnya dari hati yang yakin akan sebuah keputusan." 9. "Saat mendapatkan kepastian, kamu harus siap dengan segala hal baik dan buruk yang akan kau terima." 10. "Kepastian bukan satu-satunya jalan untuk bahagia. Terkadang menjalaninya akan terasa lebih menyenangkan." Kata-kata mutiara tentang menanti kepastian. foto 11. "Ketika seseorang menunggumu, tak berarti dia tak ada hal lain untuk dilakukan, itu hanya berarti tak ada yg penting selain dirimu." 12. "Lebih baik menunggu sebentar lagi untuk mendapatkan jodoh terbaik, daripada mendapatkan dengan cepat seseorang yang kelak melukai hatimu." 13. "Menunggu itu sakit, jenuh dan membosankan, namun kenapa ketika aku ingin berhenti menunggumu tapi hatiku memaksaku untuk tetap memperjuangkanmu." 14. "Sekuat kemampuanku untuk menunggu, seabadi itu pula harapanku padamu." 15. "Teruslah berlari, dan jika kamu lelah menolehlah ke belakang. Kamu akan melihat aku yang selalu menunggumu." 16. "Kesabaran bukan tentang berapa lama kamu bisa menunggu, tapi seberapa baik kamu bersikap saat sedang menunggu." 17. "Dalam setiap detik ku menunggu, ku simpan beribu-ribu rasa rindu untukmu." 18. "Aku di sini bukanlah menunggu apa yang telah berlalu pergi, namun menanti apa yang aku yakini." 19. "Setiap detik dalam menunggu, ada harap untuk selalu mendapatkan kepastian." 20. "Menunggu tak akan menjadi melelahkan jika diimbangi dengan doa dan usaha yang tepat." Kata-kata bijak sabar menanti kepastian. foto 21. "Jangan pernah menyerah dan berusaha lari, tapi hadapilah cobaan yang ada di depan kita dengan sabar." 22. "Salah satu tanda kedewasaan seseorang adalah saat mereka memilih sabar terlebih dahulu dalam menyelesaikan masalah." 23. "Dengan melakukan sabar, maka kamu dapat mengetahui seberapa besar kekuatanmu dalam menghadapi masalah." 24. "Tetaplah tegar meski yang lain berguguran. Tetaplah tersenyum meskipun perjuangan ini terasa pahit dan berliku." 25. "Sejak kita menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan, sejak itu pula kesabaran menjadi kewajiban kita." 26. "Bersyukurlah ketika kau bertemu dengan masalah. Tuhan sedang melatihmu untuk menjadi lebih kuat." 27. "Jangan ragu untuk melangkah. Karena setiap ujian harus dihadapi, bukan dihindari." 28. "Segala masalah tidak boleh kita hadapi dengan kekerasan, tapi harus kita hadapi dengan keikhlasan." 29. "Berusahalah dengan sebuah harapan yang kamu impikan, dan dampingilah usaha tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan." 30. "Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing. Yang membedakan hanyalah bagaimana cara mereka dalam menghadapinya." Kata-kata bijak dari para tokoh tentang kepastian. foto 31. "Kreativitas membutuhkan keberanian untuk melepaskan kepastian." - Erich Fromm 32. "Hidup dan mati ada dalam genggaman Illahi. Takdir adalah kepastian, tapi hidup harus tetap berjalan." - Diponegoro 33. "Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan. Jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian." - Francis Bacon. 34. "Cinta itu tergesa-gesa. Jika dia mencintaimu, dia tidak akan membuatmu menunggu tanpa kepastian." - Mario Teguh. 35. "Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti diri Anda adanya." - Victor Hugo. 36. "Dan kepastian yang ajaib bahwa segala yang ada di langit dan di bumi telah dituliskan oleh tangan yang esa." - Paulo Coelho. 37. "Aku lebih mempercayai ilmu pengetahuan, akal. Setidak-tidaknya padanya ada kepastian-kepastian yang bisa dipegang." - Pramoedya Ananta Toer. 38. "Ketika kau berada dalam keraguan, serahkan semua pada Tuhan. Karena hanya Dia yang dapat menuntunmu menemukan jawaban kepastian." - Christian Andrianto 39. "Sebuah kepastian yang pahit akan jauh lebih baik daripada keplin-planan yang manis." - Fiersa Besari. 40. "Karena sebenarnya hidup itu hanya fatamorgana dan mati itu adalah kepastian." - Dini Fitria. brl/lin Recommended By Editor 40 Kata-kata mutiara ekspektasi dan realita, penuh motivasi 40 Kata-kata bijak mengambil kesempatan baru, bikin hati makin yakin 40 Kata-kata bijak tentang pengalaman hidup, jadi pelajaran berharga 40 Kata-kata bijak mengendalikan amarah, bantu tenangkan pikiran 40 Kata-kata bijak melepaskan kepergian kekasih, bikin cepat move on
Gambar oleh Anrita1705 dari Pixabay Dalam ketidakpastian kita bergerak dan mengarahkan berbagai daya untuk mencapai kepastian. Sebuah kepastian yang tidak pasti kapan datangnya, tidak pasti bagaimana bentuknya, dan tidak pasti apakah kita akan menyukainya. Sebuah Kepastian yang kedatangannya pasti diiringi dengan rentetan ketidakpastian lainnya. Itu mengapa pertanyaan “kapan” akan tetap terlontar, sejauh dan sebanyak apapun kita berhasil mengoreksi kepastian. Tapi kita tetap juga Tempat Terbaik di Dunia dari Kacamata sebagai cara terbaik untuk menjalani hidup, pertahanan terbaik untuk keberlangsungan hidup, dan penggerak terbaik untuk menikmati kejayaan hidup. Hasrat mencapai kepastian ini kita distribusikan dalam bentuk agenda dan rutinitas, atau dalam bentuk yang lebih ekstrim, janji dan memodifikasi dan memanipulasi. Berupaya menjadikan kepastian sebagai sesuatu yang dapat dikondisikan. Bagi beberapa orang yang tidak memiliki kontrol untuk memodifikasi masa kini agar menjadi sesuatu yang pas, mereka memutuskan untuk dak melepaskan masa lalu dan segala yang telah berlalu.“Karena masa lalu adalah satu-satunya kepastian yang tidak perlu kita upayakan. Apapun yang kemarin terjadi, adalah ketetapan di hari ini. Kemarin adalah pasti, yang menyisakan pertanyaan yang jawabannya perlu kita cari. Kepastian untuk ketidakpastian”In my case, I found something certain for a second, and I’m suffocated by many other possibilies in the next second. Positif Covid19 adalah sebuah kepastian yang saya hadapi saat ini. Kepastian yang datang menggantikan kepastian lain yang adanya di dalam fikiran, lahir dari sebuah keyakinan berdasarkan bukti yang mapan.“Selama ini saya baik-baik saja”, “sejauh ini saya tidak ada gejala”, “sementara ini saya selalu menjaga protocol Kesehatan” dan percakapan internal lainnya yang terjadi antara saya dengan tubuh, yang menjadikan sehat dan negatif sebagai sebuah kepastian di dalam pikiran. It is what it is, until it isn’t. Kepastian yang baru membantah kepastian sebelumnya. Kepastian saya hari ini adalah virus corona telah berhasil mengalahkan pertahanan tubuh saya, meskipun kemenangannya tidak juga bagi saya telah menjadi satu di antara 165 ribu warga Jakarta yang tercatat turut bertanding dalam kompetisi 14 hari yang mungkin saja mendapat perpanjangan waktu bila kita tidak sanggup mengungguli. Kompetisi ini memiliki wajah yang beberapa orang, kompetisi ini lebih menyerupai pertandingan persahabatan. Kita masih bisa tertawa dan bercanda dan dengan mudah memenanginya. Bagi beberapa lainnya, kompetisi ini tampak seperti ada dalam klasemen Liga Inggris sehingga suasananya lebih memacu adrenalin. Untuk menang, kita perlu memfokuskan atensi pada tujuan dan memberikan effort yang adalah Tentang Hidup dan MatiSementara bagi peserta spesial, kompetisi ini hadir dalam wujud Hunger Games di mana kemenangan dan kekalahan adalah tentang hidup dan mati. Hadir dalam bentuk apapun, setiap kompetisi pasti menyajikan lawan dan tekanan. Tidak ada jalan terbaik untuk memenanginya selain dengan dan kalah adalah ketidakpastian yang lahir dari kepastian sebuah pertandingan. Dan ini adalah satu dari sekian banyak ketidakpastian baru yang hadir dalam hidup saya hari ini. Ketidakpastian lainnya adalah tentang bagaimana kekalahan sementara ini akan mempengaruhi orang-orang di sekitar saya. Apakah saya telah menyeret orang terdekat untuk turut bermain dalam pertandingan?. Lagi-lagi Kembali kepada dibutuhkan satu detik untuk memaparkan sebuah kepastian, dan kurun waktu yang tidak dapat ditentukan untuk menghadapi ketidakpastian lainnya. Pada akhirnya semua hanya akan mengarahkan kita pada kelelahan yang tidak terelakan atas upaya mencapai ujung yang dak berujung, kecuali, dan hanya kecuali, bila kita dapat melewati setiap fasenya dengan kesadaran dan perhaan yang ini bagian dari “A Reflective Journal” yang ditulis Muharini Aulia, selama menjalankan karantina setelah ia dinyatakan positif Covid19, tulisan ini juga didedikasikan kepada seluruh pejuang Covid19 yang sedang dalam masa karantina dimanapun kalian berada, juga sebagai ucapan terimakasih kepada seluruh dokter, perawat, petugas medis, relawan, keluarga dan teman-teman yang tak pernah lelah memberikan dukungan dan Muharini Aulia,